Ketapang, Penghasil warna alami hitam nan cantik

Pohon ketapang merupakan salah satu jenis pohon yang cukup familiar dan mudah ditemukan di Indonesia. Mulai di taman-taman kota, pekarangan rumah, hingga tumbuh secara liar di hutan kota dan ruang terbuka hijau. Meski banyak ditemukan disekitar kita, namun sangat jarang yang mngetahui manfaat dari pohon tersebut.

Pohon Ketapang,memiliki nama ilmiah Terminalia catappa ini sebenarnya merupakan tanaman tepi pantai yang memiliki ciri khas yang melebar dan bertajuk. Di Indonesia, pohon Ketapang memiliki nama lokal atau nama daerah yang beragam. Mulai dari Talisei di Sulawesi Utara, Tiliho di Maluku Utara, hingga Kalis di Papua Barat merupakan beberapa contoh nama lain pohon ketapang di berbagai wilayah Indonesia.

Ketapang termasuk tanaman yang sangat mudah tumbuh dan bertahan hidup di lingkungan apapun, khususnya lingkungan tropis seperti Indonesia. Tanaman ini memiliki karakter dan ciri khas yang cukup mudah dikenali. Tanaman pohon Ketapang termasuk pohon yang mampu tumbuh hingga mencapai ketinggian 40 meter dengan diameter batang mencapai 1,5 meter.

Tajuk dari pohon Ketapang sangat rindang dengan cabang yang tumbuh secara horizontal dan bertingkat. Pada pohon yang muda, tingkatan-tingkatan ini membuat ketapang terlihat seperti pagoda.

Manfaat Pohon Ketapang

Manfaat dari pohon yang mudah dirawat ini. Daun dan kulit dari pohon Ketapang kerap digunakan sebagai bahan untuk membuat pewarna  alami penghasil warna hitam dan tinta. Seperti yang dilakukan di salah satu industri kecil, Batik Warna Alam siPutri Semarang, menggunakan daun Ketapang sebagai bahan pewarna alami yang paling banyak digunakan. Selain dapat menghasilkan warna hitam, daun ketapang yang direbus juga bisa menghasilkan warna hijau kekuningan yang sangat cantik.

Pembuatan bahan pewarna alami dengan menngunakan Daun Ketapang ini sangatlah mudah, yakni dengan cara merebus daun tersebut, dengan perbandingan 3 kg/liter air, direbus hingga mendidih. Lalu dinginkan, disaring dan bisa langsung digunakan pada kain sebagai pewarna alami. Yang membedakan hasil pewarnaan tergantung dari bahan fiksasi/bahan pengunci warnanya. Pada saat menggunakan bahan fiksasi Tawas, maka rebusan daun Ketapang tersebut  akan menghasilkan warna hijau kekuningan yang cerah. Sedangkan pada saat fiksasi/penguncian warna dengan menggunakan mineral  Tunjung, rebusan daun Ketapang tersebut akan menghasilkan warna hitam.

 Daun dari pohon ketapang juga kerap digunakan oleh pengemar ikan hias untuk menetralkan pH dari air sehingga lebih ideal untuk digunakan memelihara ikan, khususnya ikan Cupang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »